Yang detik demi detiknya,
Terasa begitu lambat
Tapi terkadang,
Ia menjelma menjadi selincah cheetah
Yang kecepatannya tak terelakan
Atau mungkin,
Waktu adalah pesawat apollo
Yang ketika melesat,
Ia melaju dengan pasti
Dan tak bisa kita hentikan
Tapi bagiku,
Waktu,
Layaknya es krim
Yang bila dibiarkan, akan meleleh
dan habis dengan cepatnya
Tapi jika dimakan dan dinikmati
Meskipun pada akhirnya akan habis juga
Ia akan terasa lebih indah dan bermakna
Istana Kata, 16 Juli 2011
FYI, this is the oldest poem in my folder. But actually it's not the first.
Puisi ini aku buat tahun 2011, berarti kurang lebih saat aku duduk di kelas 6 SD/1 SMP.
Puisi pertamaku.. masih kuingat. Judulnya "Rumahku Istanaku". Kubuat sekitar kelas 4 SD. Namun aku sudah lupa bagaimana puisi itu, dan aku tak menyimpan arsipnya:( So, for this time, this is the oldest poem I've ever had. Enjoy!:)
Fira Pujia Nuraini - @firapn

0 komentar:
Posting Komentar